Jakarta, Optimaise News – Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangan berskala multi lokasi yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, istrinya, dan total 21 orang. Uang tunai lebih dari Rp2 miliar disita terkait dugaan penerimaan proyek serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.
Inti artikel
- Uang tunai lebih dari Rp2 miliar disita terkait dugaan penerimaan proyek serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
- Operasi berlangsung Selasa 28 Juli 2026 dan menjadi OTT ke-18 KPK tahun ini
- Anom yang dilantik Februari 2025 tercatat sebagai kepala daerah ke-12 yang terjaring sepanjang 2026
Operasi berlangsung Selasa 28 Juli 2026 dan menjadi OTT ke-18 KPK tahun ini. Anom yang dilantik Februari 2025 tercatat sebagai kepala daerah ke-12 yang terjaring sepanjang 2026. Kronologi ringkas menunjukkan penangkapan serentak disusul pemeriksaan dan penyegelan keesokan harinya.
Operasi Simultan Tiga Kota: 21 Orang dari Jakarta, Pemalang, Purworejo
Tim KPK bergerak serentak di tiga kota pada hari yang sama. Lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo. Total 21 orang itu mencakup lingkup yang luas dari pejabat hingga pihak terkait.
Sebanyak 12 orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan di Gedung Merah Putih. Rinciannya lima dari Jakarta, enam dari Pemalang, serta satu dari Purworejo. Sisanya masih diproses di lokasi masing-masing agar alur penanganan tetap terkontrol.
Dugaan Ganda Penerimaan Proyek dan Jual Beli Jabatan

Juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan kasus ini mencakup dua dugaan utama. Pertama menyangkut penerimaan terkait sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten Pemalang. Kedua terkait praktik jual beli jabatan yang diduga berjalan di lingkup yang sama.
Kedua isu digarap dalam satu rangkaian operasi. Skop yang digabung membuat penanganan melibatkan banyak pihak sekaligus dan memperluas jangkauan penggeledahan.
Sitaan Rp2 Miliar, Penyegelan Lokasi, dan Batas 1×24 Jam

Uang tunai lebih dari Rp2 miliar berhasil disita sebagai barang bukti. Sejumlah lokasi ikut disegel pasca pengumuman OTT. Langkah itu membuka ruang penggeledahan bukti tambahan yang masih digali.
Semua pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. KPK memberi tenggat 1×24 jam untuk menetapkan status hukum selanjutnya. Batas waktu itu berlaku seragam agar proses tetap transparan.
Istri Noor Faizah Diamankan dan Diperiksa di Polres Pemalang
Noor Faizah Maenofie, istri Anom, turut diamankan dalam operasi yang sama. Ia diperiksa di Polres Pemalang di bawah pengawasan ketat. Kehadirannya menandakan lingkup yang menjangkau keluarga inti.
Aktivitas penjemputan dan pergerakannya di kompleks polres sempat menjadi perhatian. Suasana di lokasi tetap terkendali meski banyak pihak yang memantau perkembangan pemeriksaan.
Harta LHKPN Anom Rp21,3 Miliar dan Rekam Jejak BUMN
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Anom Widiyantoro mencatat harta bersih Rp21,3 miliar. Angka itu mencakup aset yang dilaporkan sebelum dan selama menjabat sebagai bupati. Data LHKPN ini kini menjadi salah satu sorotan publik.
Sebelum terpilih, Anom memiliki rekam jejak di sejumlah BUMN termasuk WIKA. Latar belakang karier itu menambah konteks saat kasus ini berkembang. Sintesis seluruh fakta dari penangkapan multi kota, sitaan, dugaan ganda, keterlibatan istri, status hukum, hingga data harta dan karier memberi gambaran utuh bagi pembaca.







