Dua fans perempuan asal China diamankan petugas di area asrama grup K-pop Cortis, Distrik Yongsan, Seoul, sekitar pukul 02.00 dini hari Kamis waktu setempat. Mereka datang usai membeli alamat asrama lewat media sosial, memicu penangkapan langsung di lokasi.
Manajer menemukan paket di depan asrama sudah terbuka dan pintu depan tak tertutup normal. Kantor Kepolisian Yongsan menetapkan keduanya tersangka masuk properti tanpa izin. Optimaise News merangkum, kasus ini memperlihatkan jual-beli alamat sebagai pintu masuk pelanggaran dini hari, bukan penangkapan biasa.
Manajer Temukan Paket Terbuka dan Pintu Asrama Tak Normal
Manajer Cortis tiba dan melihat paket di depan asrama dalam kondisi terbuka. Pintu depan asrama juga tidak tertutup seperti biasanya. Dua temuan itu menjadi pemicu laporan polisi.
Tidak ada saksi visual yang melihat orang masuk. Kombinasi paket terbuka plus kondisi pintu abnormal jadi indikasi pelanggaran keamanan. Kedua fans masih berada di area asrama saat petugas tiba. Mereka langsung diamankan di tempat, bukan dilacak belakangan.
Pengakuan di Polisi: Alamat Dibeli lewat Media Sosial

Di kantor polisi, keduanya mengaku membeli alamat asrama melalui media sosial. Mereka datang ke lokasi dini hari untuk mendekati idol. Pengakuan ini jadi dasar utama proses hukum.
Fans membantah membuka paket atau memasuki interior asrama. Polisi tetap memproses mereka atas dugaan masuk properti tanpa izin. Penetapan tersangka dilakukan Jumat usai pemeriksaan.
Jejak Sebelumnya: GPS di Paris hingga Buntuti di Hotel
Sebelum kejadian Yongsan, Cortis sudah diganggu di luar negeri. Sasaeng diduga memasang pelacak GPS kecil di mobil grup saat kunjungan Paris. Mereka juga menyewa pengemudi lokal untuk mengikuti pergerakan.
Ada buntuti di hotel, area parkir penginapan, dan perpindahan kursi pesawat. Jejak ini menunjukkan pola obsesif yang terus naik. Aksi dini hari di asrama jadi kelanjutan langsung dari rantai itu.
BigHit Music: Semua Jalur Hukum, Tanpa Damai atau Keringanan
Akhir Juni BigHit Music umumkan langkah hukum terkait pelanggaran privasi Cortis. Agensi tegaskan tempuh segala jalur hukum. Tidak ada penyelesaian damai maupun keringanan hukuman.
Meski pengumuman itu sudah keluar, aksi bobol asrama tetap terjadi di Juli. Frekuensi pelanggaran terlihat jelas dari jarak waktu singkat. BigHit Music berkomitmen kejar setiap kasus serupa tanpa kompromi.
Pola Berulang: Dari Kursi Pesawat sampai Asrama Dini Hari
Sintesis pola sasaeng Cortis membentuk satu alur utuh. Dimulai pemasangan GPS di Paris, sewa sopir lokal, buntuti hotel dan pesawat, lalu jual-beli alamat asrama, berakhir aksi dini hari di Yongsan.
Timeline terpadu: Kamis 02.00 insiden terjadi, Jumat penetapan tersangka, dengan latar aksi hukum BigHit Juni. Escalasi setelah pengumuman hukum justru menunjukkan tekanan privasi yang belum reda. Optimaise News melihat rangkaian ini menuntut perlindungan lebih ketat bagi member Cortis ke depan.







