Jakarta, Optimaise News – Saifullah Yusuf atau Gus Ipul selaku Sekjen PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 meninjau langsung Tower 5 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah di kawasan Tambakberas, Jombang, tepat 17 hari sebelum pelaksanaan. Ia didampingi Ketua Panitia Lokal KH Abdurrozaq Sholeh guna memastikan kamar dan ruang istirahat muktamirin benar-benar siap.
Inti artikel
- Saifullah Yusuf atau Gus Ipul selaku Sekjen PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 meninjau langsung Tower 5 Universitas KH
- Wahab Hasbullah di kawasan Tambakberas, Jombang, tepat 17 hari sebelum pelaksanaan
- Ia didampingi Ketua Panitia Lokal KH Abdurrozaq Sholeh guna memastikan kamar dan ruang istirahat muktamirin benar-benar siap
Lokasi Muktamar ke-35 yang digelar 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas baru diputuskan sekitar 50 hari sebelumnya. Optimaise News mencatat langkah cek lapangan ini menegaskan kerja keras panitia dalam tempo relatif sempit.
Tinjauan kamar Tower 5 dan penempatan stiker muktamirin
Gus Ipul bersama Gus Rozaq berjalan menelusuri setiap lantai Tower 5 UNWAHA. Mereka menempelkan stiker pembagian kamar agar para utusan dari seluruh Indonesia mudah menemukan tempat menginap.
Di ruang kelas kampus yang dialihfungsikan, keduanya merapikan kasur secara berurutan. Cover beserta sarung bantal dipasang rapi tanpa tergesa-gesa. Tindakan ini memperlihatkan pemimpin panitia tidak segan ikut kerja manual demi kenyamanan tamu.
Persiapan kamar menjadi fokus karena jumlah muktamirin diperkirakan besar. Stiker dan penataan kasur diharapkan mengurangi kebingungan saat gelombang peserta tiba di Jombang.
Apel panitia serta rapat kesiapan menyeluruh

Usai pemeriksaan kamar, Gus Ipul memimpin apel seluruh panitia yang bertugas melayani muktamirin. Ia menekankan kedisiplinan dan koordinasi antar bidang logistik, akomodasi, serta konsumsi.
Diskusi intensif dengan jajaran panitia lokal menyusul. Mereka meninjau daftar kebutuhan mulai dari fasilitas ibadah, transportasi internal, hingga penanganan medis. Setiap poin dibahas agar tidak ada celah yang terlewat di hari H.
Kerja sama solid disebut sebagai kunci. Meski waktu persiapan hanya tersisa singkat, panitia yang sudah bekerja sejak penetapan lokasi menunjukkan antusiasme tinggi.
Nilai historis kembali ke pangkuan muassis
Gus Ipul menyoroti keistimewaan muktamar kali ini. Acara digelar di kawasan yang lekat dengan sejarah pendiri NU, sehingga disebut sebagai momen kembali ke pangkuan muassis.
Ia berharap keberkahan mengalir dari pertemuan besar tersebut. Suasana pesantren Bahrul Ulum diharapkan memberi energi spiritual tambahan bagi seluruh peserta.
Pernyataan resmi dari Ketua Panitia terdengar optimis. “Sekarang tinggal 17 hari lagi. Tetapi karena kerja sama dan kerja keras seluruh panitia, hari ini kita optimistis, insyaallah kita sangat siap,” ujar Gus Ipul.
Dampak praktis bagi warga sekitar dan penyelenggara acara
Bagi pelaku usaha mikro di sekitar Tambakberas, kedatangan ribuan muktamirin membuka peluang logistik dan jasa. Panitia lokal telah berkoordinasi agar layanan tetap tertib tanpa mengganggu aktivitas warga.
Bagi panitia di daerah lain yang hendak menggelar pertemuan sejenis, potret kerja lapangan Gus Ipul memberi contoh. Pemimpin turun langsung mengecek detail, bukan sekadar memberi instruksi dari meja.
Optimaise News menilai pendekatan hands-on ini mempercepat penutupan celah persiapan. Dalam tempo 17 hari, seluruh elemen diarahkan fokus pada kenyamanan muktamirin dan kelancaran agenda resmi.
Rangkaian Muktamar ke-35 NU dijadwalkan solid dari 27 hingga 31 Agustus 2026. Dengan tinjauan kamar, apel, dan rapat terakhir yang digelar, panitia menyatakan seluruh kebutuhan inti sudah dalam kondisi siap.







