Malang, Optimaise News – Sepuluh mustahik di Desa Kalirejo, Poncokusumo, Malang, resmi mandiri secara finansial setelah exit program zakat produktif. Kelompok MIG Amanah Melon Berkah membuktikan panen berulang berhasil mengubah buruh tani menjadi pelaku usaha dengan omzet kotor hampir Rp93 juta.
Inti artikel
- Sepuluh mustahik di Desa Kalirejo, Poncokusumo, Malang, resmi mandiri secara finansial setelah exit program zakat produktif
- Total tiga siklus panen menghasilkan lebih dari 5,2 ton melon
- Capaian ini dirayakan dalam peresmian oleh YBM BRILiaN SBO Malang
Total tiga siklus panen menghasilkan lebih dari 5,2 ton melon. Capaian ini dirayakan dalam peresmian oleh YBM BRILiaN SBO Malang. Optimaise News menyoroti bagaimana tabungan dan infak kelompok jadi bukti disiplin yang menopang kemandirian jangka panjang.
Bantuan Produktif Rp76 Juta Bangun Greenhouse dan Sewa Lahan
YBM BRILiaN SBO Malang menyalurkan bantuan produktif lebih dari Rp76,3 juta kepada sepuluh mustahik. Dana tersebut dialokasikan untuk sewa lahan berdurasi lima tahun, pembangunan greenhouse, pengadaan sarana budidaya, serta pendampingan teknis.
Program berjalan satu tahun penuh. Peserta mendapat pelatihan budidaya melon secara berkelompok agar mampu mengelola lahan modern dengan standar yang lebih baik.
Sumber dana murni dari zakat pekerja BRI. Modal awal yang memadai membuat mereka tidak terbebani utang sambil membangun fondasi usaha bersama.
Greenhouse memberi kontrol suhu dan kelembapan. Kondisi itu penting agar tanaman melon tumbuh stabil di dataran Malang yang sering berubah cuaca.
Tiga Siklus Panen Hasilkan 5,2 Ton plus Omzet Hampir Rp93 Juta

Setelah pelatihan, kelompok menjalani tiga siklus panen secara berturut-turut. Total produksi melon melampaui 5,2 ton buah segar berkualitas pasar.
Omzet kotor hampir Rp93 juta dari penjualan hasil panen. Angka ini menunjukkan model zakat produktif mampu menciptakan arus kas nyata di tingkat desa.
Setiap siklus memberi pengalaman pemasaran dan pengelolaan modal. Hasil dijual ke pasar lokal serta pengepul sehingga perputaran uang berlangsung cepat.
Berikut ringkasan capaian finansial yang dicapai kelompok selama program:
| Uraian | Nilai |
|---|---|
| Bantuan produktif | lebih dari Rp76,3 juta |
| Total produksi melon | lebih dari 5,2 ton |
| Omzet kotor | hampir Rp93 juta |
| Tabungan kelompok | Rp9 juta |
| Infak | Rp3 juta |
Keberhasilan panen berulang memperkuat keyakinan bahwa usaha melon layak dilanjutkan tanpa ketergantungan bantuan lanjutan.
Tabungan Bersama Rp9 Juta dan Infak Jadi Bukti Disiplin Kelompok

Selain omzet, kelompok berhasil mengumpulkan tabungan bersama Rp9 juta. Mereka juga menyisihkan infak Rp3 juta sebagai wujud syukur dan tanggung jawab sosial.
Disiplin menabung dan berinfak menjadi penanda kematangan usaha. Anggota bersepakat menyisihkan sebagian hasil untuk cadangan modal serta kegiatan bersama.
Praktik ini menjaga kohesi kelompok. Mereka tidak hanya mengejar profit sesaat, tetapi membangun sistem keuangan yang sehat untuk siklus panen berikutnya.
Tabungan bersama memudahkan pembelian bibit atau pupuk tanpa menunggu bantuan eksternal. Infak memperkuat ikatan spiritual di antara anggota.
Ketua YBM BRILiaN Tekankan Manfaat Zakat yang Berkelanjutan
Ketua YBM BRILiaN Mayang Diantami mengapresiasi capaian mustahik di Kalirejo. Ia menekankan bahwa zakat produktif memberi manfaat berkelanjutan jauh lebih kuat daripada bantuan konsumtif semata.
Menurutnya, model ini membuka jalan mustahik menjadi muzaki di kemudian hari. Pendampingan intensif setahun menjadi kunci agar usaha tidak mati di tengah jalan.
Mayang berharap kisah MIG Amanah Melon Berkah menginspirasi kelompok penerima zakat lain. Dana dari pekerja BRI terbukti mampu mendorong ekonomi desa secara nyata.
Ia juga mengingatkan pentingnya monitoring pasca-exit. Dengan begitu, kemandirian yang sudah diraih tetap terjaga dan berkembang.
Tokoh Desa Kalirejo Hadiri Peresmian Kemandirian Mustahik
Peresmian exit dihadiri Kepala Desa Kalirejo Sukadi dan tokoh agama setempat M. Kholiq. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh komunitas terhadap kemandirian warga.
Sukadi menyatakan bangga melihat transformasi buruh tani di desanya. Pemerintah desa siap memberi dukungan agar usaha melon terus meluas.
M. Kholiq menyoroti sisi spiritual keberhasilan ini. Ia menilai capaian tersebut wujud berkah dari penyaluran zakat yang tepat sasaran dan dikelola dengan jujur.
Dengan status exit resmi, sepuluh mustahik kini mengelola usaha tanpa pendampingan intensif harian. Mereka siap melanjutkan panen berikutnya secara mandiri penuh.
Liputan Optimaise News mencatat semangat kelompok tetap tinggi. Mereka memandang greenhouse dan lahan sewa lima tahun sebagai modal berharga untuk masa depan.







